06/12/2022

GKA abdi SABDA

Mencari Jiwa Bagi Kristus

Cahaya Kemuliaan Tuhan (Ibrani 1:1-3)

Minggu, 18 September 2022 – Ev. Tonny Mulia Hutabarat

Bapa yang berbicara kepada para nabi dan kepada kita hari ini terutama melalui Firman-Nya dan pelayanan Roh-Nya. Francis Schaeffer berkata “Dia Ada Dan Dia Tidak Diam.” Tuhan yang benar dan hidup adalah berbicara dari zaman ke zaman. Di masa lalu sejarah manusia, DIA selalu berkomunikasi kepada orang-orang-Nya. Tidak ada nabi yang bisa mengungkapkan semua kebenaran. Melalui para nabi, meskipun benar, bersifat parsial dan terbatas. Tetapi di dalam Yesus tidak ada wahyu yang sepotong-sepotong, di dalam DIA berdiam seluruh kepenuhan kebenaran.

Anak-Nya menjadikan dan meyelenggarakan serta menopang seluruh alam semesta. DIA yang Mahaberkuasa atas jagat raya. DIA tidak akan merasa ‘lelah’ (tertekan) dengan massa seluruh ciptaan. Bagi DIA semua beban massa ciptaan sangat “enteng” (bahkan tidak terasa bagi DIA). Kristus menyediakan kemahabesaran kuasa-Nya hanya menatang diriku yang hina, bahkan mau mati bagiku untuk melenyapkan kehinaanku.

Bapa menjanjikan segalanya kepada Putra sebagai pewaris. Memilih Anak-Nya untuk memiliki segala sesuatu. Kristus adalah pewaris segalanya. Kristus sebagai pewaris segala sesuatu menekankan superioritas tak terbatas-Nya atas segala sesuatu. Seluruh alam semesta adalah milik Anak melalui penetapan ilahi karena DIA adalah Tuhan atas segalanya. Akta kepemilikan bumi dan seluruh ciptaan adalah Kristus.

Kristus sebagai Pewaris juga merupakan “Agen Perantara” yang menyelesaikan pekerjaan penciptaan. DIA yang menciptakan segala sesuatu juga adalah Juruselamat, karena dengan demikian DIA dapat menciptakan di dalam saya hati yang bersih dan memperbaharui roh yang benar di dalam diri saya. Firman yang berinkarnasi adalah TUHAN akan me-recreated manusia berdosa menjadi baru. DIA menciptakan segalanya dari yang tidak ada menjadi ada, maka mudah bagi-Nya menciptakan ulang yang ada, yang rusak menjadi yang ada, yang baik kembali. Pekerjaan penyucian Kristus merupakan karya Pencipta dan Pemelihara serta Penanggung Dosa. Untuk menciptakan alam semesta, DIA hanya perlu berbicara dengan firman tetapi untuk menghapus dosa sekali untuk selamanya DIA harus mati di Kalvari. Kata firman-Nya dalam ayat 3 dipakai kata “rhema” merujuk pada kata yang aktif dan kuat seperti perkataan Tuhan yang menjadikan semua menjadi ada (Kej 1, Yohanes 1:1-4). Rhema yang berkuasa penuh itu yang menciptakan ulang kita dan menyucikan semua dosa-dosa kita. Dan firman-Nya yang berkuasa menopang dalam semua keadaan sulit, semua penderitaan. Tuhan lebih besar dari masalah terbesar kita

Kristus adalah pancaran kemuliaan TUHAN. Pribadi Anak tidak terpisah dari BAPA, diri-Nya sendiri adalah kemilau kemuliaan-Nya. Sifat dan hakekat-Nya adalah Mahakemuliaan. Kebenaran pancaran kemuliaan-Nya seperti sinar matahari berhubungan dengan matahari. Tidak ada waktu di mana matahari ada tanpa pancaran sinarnya. Mereka tidak dapat dipisahkan. Kita melihat matahari dengan cara melihat sinar matahari. Demikian juga kita melihat Bapa dengan melihat Yesus karena Mereka adalah satu. Representasi (gambar) dalam Yunani charasso artinya menggambarkan atribut atau fitur. Dalam bahasa Yunani klasik mengartikan dari seorang pengukir yang mencetak koin, stempel, besi cap, dengan ciri-ciri khusus mewakili secara persis dari objek yang digambarnya. Stempel dan hasil cap stempel pada wadah dua entitas yang terpisah tetapi sama bentuk gambarnya. Pancaran (cahaya) kemuliaan-Nya berbicara tentang kesatuan atau identitas Yesus dengan Bapa sedangkan representasi (gambar) yang tepat dari sifat-Nya berbicara tentang perbedaan Yesus dengan BAPA.

Yesus menjaga semua (bukan beberapa) hal. Tercermin dari kata “menopang”. Istilah Yunani dipakai “phero” berarti memikul atau membawa dan digunakan untuk menggambarkan sebuah kapal yang diangkut, dipikul atau didorong oleh angin. Phero memiliki gagasan tentang tanggung jawab pemerintah dan pembimbing umat-Nya. Kristus akan memikul semua umat-Nya menuju penyempurnaan akhir. Kristus menopang segala sesuatu dengan firman kuasa-Nya dan bahwa segala sesuatu termasuk roh, jiwa dan tubuh kita. Keberadaan kita sehari-hari hanya bergantung pada firman Kristus yang berkuasa.

Duduk di sebelah kanan BAPA menunjukkan pengesahan posisi sempurna setelah Dia mencapai penebusan pengorbanan dosa-dosa. Kristus yang terunggul, memiliki kemahabesaran, kemahaagungan. Posisi tangan kanan adalah tempat kehormatan, hak istimewa. Kristus telah ditinggikan ke tempat tertinggi, kekuasaan dan otoritas. Duduk di sebelah kanan Tuhan, juga merupakan cara untuk mengatakan bahwa pekerjaan penyelamatan Kristus telah selesai. Oleh karenanya, hanya DIA-lah pusat penyembahan, nyanyian, dan syukur dari umat-Nya.