06/12/2022

GKA abdi SABDA

Mencari Jiwa Bagi Kristus

Saul: Kebodohan dan Ketakutan (Part 3, habis)

Bacaan: 1 Samuel 13:1-15

III. Adalah Bodoh Untuk Melepaskan Tuhan Dan Firman-Nya Pada Saat Anda Membutuhkan (ayat 11-15)

Apakah masalah Anda luar biasa berat? Apakah semua orang di sekitar Anda merespons dengan ketakutan? Apakah Tuhan tidak segera membebaskan Anda? Apakah Anda tergoda untuk menyerah pada rasa takut dan melakukan hal yang salah? Maka saatnya paling membutuhkan Tuhan! Adalah bodoh untuk melepaskan Tuhan dan firman-Nya pada saat Anda membutuhkan.

A. Jangan Membenarkan Tindakan Yang Salah (ayat 11-12)

Pertanyaan pembuka Samuel langsung ke inti masalah. Tidak ada salam. Tidak ada obrolan ringan. Tidak ada diskusi tentang pertempuran dan bagaimana kelanjutannya. Samuel terperanjat dengan tindakan Saul. Saul telah melanggar perintah Tuhan untuk menunggu tujuh hari sampai Samuel tiba untuk mempersembahkan korban. Samuel bertanya kepada Saul: “Apa yang telah kamu lakukan?”

Jawaban Saul: “Saya telah berdosa.” Mengakui dosanya tetapi menyalahkan orang lain. Dia menyalahkan orang Filistin karena bersiap-siap untuk menyerang. Dia menyalahkan anak buahnya sendiri karena berhamburan. Dia bahkan menyalahkan Samuel karena tidak segera datang. Saul membenarkan tindakannya yang salah.

Saul berpikir dia bisa mencari kemurahan Tuhan melalui tindakan ketidaktaatan. Tidak akan pernah bisa menyenangkan Tuhan dengan tidak menaati firman-Nya.”Segala jalan orang disangka lurus, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.” (Amsal 21:2) Kita sangat pandai membenarkan diri dan dosa kita. Jangan membenarkan tindakan salah.

B. Ada Konsekuensi Jangka Panjang (ayat 13-14)

Perhatikan ayat 13-14. Samuel memberi tahu Saul, ”Kamu telah bertindak bodoh.” Sebagai akibat dari ketidaktaatan Saul, dinastinya tidak langgeng. Masalah Saul adalah ketidaktaatan pada perintah Tuhan. Saul menempatkan dirinya di atas otoritas firman Tuhan. Akibatnya, Saul kehilangan kesempatan untuk tetap berada di atas takhta. Mengutip John Wesley, “Tidak ada dosa kecil, karena tidak ada TUHAN yang kecil untuk ditentang.”

Ketika Anda berbuat dosa, Tuhan akan mengampuni Anda, tetapi pahamilah bahwa mungkin ada konsekuensi jangka panjangnya (bdk Galatia 6:8).

C. Anda Mungkin Harus Memulai Dari Awal Lagi (ayat 15)

Perlu memulai dari awal lagi. Perhatikan ayat 15. Saul memulai dengan sangat kuat/gigih. Walau Kehilangan Samuel, tersisa 600 orang pendukung. Saul sarnya harus memulai dari awal lagi. Tuhan memberi kesempatan kedua, kesempatan ketiga, dari banyak kesempatan. Amsal 24:16 mengatakan, ”Meskipun orang benar jatuh tujuh kali, ia bangkit kembali.” Kadang maju tiga langkah, mundur dua langkah. Tapi yang utama adalah terus bergerak maju.

Petrus diberi kasih karunia untuk memulai dari awal lagi (Lukas 22:31-32). Sebenarnya Injil Yesus Kristus adalah tentang memulai dari awal. Ketika Anda menaruh iman Anda di dalam Kristus, Tuhan mengampuni Anda dari semua dosa Anda dan memberi Anda awal yang baru. Anda menjadi orang baru di dalam Kristus dengan arah baru, tujuan baru, kekuatan baru untuk hidup, dan tujuan kekal yang baru. Kabar baik dari Injil adalah bahwa Yesus Kristus telah bangkit dari kematian, dan Anda dapat memulai dari awal dengan datang kepada-Nya hari ini. Anda mungkin perlu memulai dari awal lagi. Dan tidak apa-apa. Tuhan akan membawamu kembali. Dia akan memaafkanmu. Dia akan memperkuat iman Anda. Dia akan menggunakan Anda lagi untuk kerajaan dan kemuliaan-Nya.

KESIMPULAN: Anda mungkin masih akan menghadapi masa-masa sulit di masa depan. Atau mungkin Anda sedang mengalami cobaan berat saat ini. Anda akan merasa takut, dan Anda akan tergoda untuk menyerah pada rasa takut. Jangan lakukan itu! Adalah bodoh untuk melepaskan Tuhan dan firman-Nya pada saat Anda membutuhkan. Jadi berdirilah dengan kuat. Percaya waktu Tuhan. Ikuti firman Tuhan.

Tonny Mulia Hutabarat
11 Februari 2022