Minggu, 04 Juli 2021 – Ev. Tonny Mulia Hutabarat PENJAGAKU (Mazmur 121) Tuhan membantu mereka yang mencari bantuan-Nya. Tidak ada dari kita yang aman sampai kita berlindung kepada Tuhan. Pemazmur mendorong kita untuk melihat melampaui pegunungan, kepada Tuhan yang menciptakannya yang lebih besar dari kekuatan dan kekuatan gunung yang tinggi. Masalah cenderung menyeret kita lebih jauh melihat ke bawah. Itu arah yang salah! Alam bukanlah solusi, hanya menunjuk pada solusi. Lihatlah di balik/di atas pegunungan ada Tuhan yang menyelesaikan masalah. DIA penolong kita. Tidak ada yang dapat terjadi pada kita di luar kehendak dan pemeliharaan Tuhan. Nama-Nya yang ajaib –YHWH – nama perjanjian antar umat-Nya dan kesetiaan-Nya. Nama abadi di dalam Kristus Yesus. Jaminan pemeliharaan/penyertaan/pengawasan yang mana nama kita dikoneksikan di dalam Kristus. Jaminan Kristus bukan hanya memberi hidup kekal di masa depan, namun DIA berjanji melindungi dari kecelakaan saat ini. Dengan jaminan Dia tidak pernah terlelap/tertidur. DIA setia mengurus segala keperluaan umat-Nya. Dia menjamin penjagaan dengan janji bahwa Dia selalu dekat mendampingi dan setiap saat (siang sampai malam terus menerus). Sehingga tidak ada alasan untuk takut dan khawatir. Tuhan memberi pengawalan luar biasa dengan jaminan dari semua bahaya (7-8) di setiap setiap aspek hidup. Terutama ketika banyak perubahan mendadak di dunia, DIA hadir menolong di setiap guncangan kehidupan. Kejahatan tidak akan pernah menang, tidak ada yang dapat menggagalkan tujuan Tuhan bagi hidup anak-anak-Nya. Tidak ada kerusakan permanen yang dapat menimpa orang percaya di dalam Kristus. Oleh karena Tuhan mengawasi setiap aspek kehidupan maka kita antusias menyembah dan memuliakan-Nya di segala situasi yang bergejolak. Janji pertolongan-Nya adalah sekarang dan sampai selamanya (Mazmur 121: 8). Dia andalan teguh dan sandaran abadi. Kita bisa saja letih-lesu menjalani hidup, tapi Tuhan akan menjaga dalam istirahat. Kita bisa saja jatuh sakit, tapi Tuhan menjaga di pembaringan. Kita bisa saja tersakiti dalam hidup, tapi Tuhan memberikan penghiburan. Kita bisa saja terjepit pada pergulatan yang hebat, tapi Tuhan akan melepaskan. |