1 Samuel 2:11-26

Hofni dan Pinehas berjubahkan seorang imam tetapi hati mereka jahat di mata Tuhan. Mereka adalah imam-imam yang gagal.

Perilaku yang tidak terpuji dari mereka adalah memandang rendah korban suci (12-17). Mereka telah berdosa kepada Eli, ayahnya. Namun yang lebih parah adalah berdosa, penipu, pemberontak dihadapan TUHAN (ay17).

Mereka menghina prosedur ilahi tentang korban-korban suci. Persembahan korban binatang harus dimasak dulu dan diserahkan kepada Tuhan, bukan untuk dinikmati terlebih dahulu oleh imam. Daging seharusnya dikorban terlebih dulu kepada Tuhan sebagai tanda persekutuan dengan Tuhan bahwa dosa sudah diselesaikan, kemudian dari sisa daging yang dikorbankan akan dimakan bersama dengan imam dan orang lain sebagai tanda rekonsiliasi. Namun hal ini mereka abaikan yang berdampak langsung bahwa korban penebus salah/dosa dan keselamatan tidak diterima orang yang datang berkurban.

Kita dapat menyimpulkan kejahatan mereka dalam dua hal. Yang pertama: mereka menghina kekudusan ibadah kepada Tuhan. Mereka menganggap perut mereka lebih perlu dipuaskan daripada menjalankan ibadah untuk Tuhan! Yang kedua: mereka melakukan kekerasan. Mereka berani mengancam orang-orang yang datang untuk beribadah kepada Tuhan. Bahkan mereka mengancam akan menyakiti orang yang mau menaati cara Tuhan untuk beribadah kepada-Nya (ayat 16). Seorang hamba Tuhan mengancam jemaat yang mau taat kepada Tuhan?! Betapa rusaknya keadaan Israel pada waktu itu.

Anak-anak Eli menjadi penghalang tersalurnya berkat kepada orang lain. Kelakuan dua anak muda ini sangat jahat dimata Tuhan dan manusia, itulah sebabnya mereka akan dibunuh oleh Tuhan dengan niat yang besar.

Mereka melakukan kejahatan karena tidak mengenal TUHAN dan protokol keimaman. Mereka tidak menghormati ketetapan TUHAN. Mereka sengaja berdosa di hadapan TUHAN. Dosa mereka sangat besar (ay 17) sebab status keimaman, yang seharusnya berpengetahuan tinggi dalam hal religius. Perbuatan jahat kedua imam ini mengakibatkan umat berhenti beribadah (versi LXX/Syriac) kepada TUHAN (LAI ayat 24 melakukan pelanggaran). Dosa sangat mempengaruhi orang lain untuk terjerumus dalam dosa (berhenti menyembah TUHAN).

Kemunculan Hana yang mandul kemudian melahirkan Samuel, sebagai suatu strategi TUHAN untuk mempersiapkan imam yang lebih baik. Perikop ini menjadi suatu peringatan bagi pelayan-pelayan agar tidak “bermain-main” dalam dosa. TUHAN akan menyingkirkan pelayan-pelayan yang tidak setia. Orang Kristen tidak boleh menganggap “sepele” aktivitas-aktivitas rohani/kudus dalam pelayanan TUHAN. Hofni dan Pinehas tidak hanya disingkirkan/diambil jabatannya tetapi dibunuh oleh tangan TUHAN.

Ev. Tonny Mulia Hutabarat
22 Oktober 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *