Ayub 16: 1-22
Aku hidup dengan tenteram, tetapi Ia menggelisahkan aku, aku ditangkap-Nya pada tengkukku, lalu dibanting-Nya, dan aku ditegakkan-Nya menjadi sasaran-Nya (Ayub 16:12)

Kitab Ayub pasal 16:12, secara khusus menekankan kedaulatan mutlak Tuhan atas hidup segala anak manusia di muka bumi. Segala yang bergerak di bawah matahari, gerak geriknya diawasi Tuhan tanpa memandangnya (super ajaib). Anak-anak Tuhan dan yang bukan pun diawasi oleh mataNya. Semua yang percaya kepadaNya dimonitorNya, yang membuat kita meresponiNya dengan mata yang selalu memandangiNya. Semua yang ada, setiap peristiwa dikendalikan mutlak oleh tangan Tuhan.

Ayub menjelaskan sisi keras dan menyakitkannya hak kedaulatan Tuhan kepadanya, antara lain:

  1. Tuhan membuatnya lelah dan mencerai-beraikan segenap rumah tangganya (16:7)
  2. Tuhan membuatnya kurus (16:8)
  3. Tuhan menerkam, memusuhi, menggertakkan giginya (16:9)
  4. Tuhan menyerahkannya dan menjatuhkannya kepada orang lalim, (16:11).
  5. Tuhan menggelisahkannya, menangkapnya, membantingnya (16:12)
  6. Tuhan merusak tubuhnya (16:13-16)

Ayub tetap tekun berdoa, menjauhi dirinya dari kelaliman (16:17). Ayub hanya memiliki saksi di tempat yang tinggi bahwa hidupnya bersih. Hanya Tuhan Pembelanya. (16:19). Kerasnya kedaulatan tangan Tuhan padanya membuat air matanya hanya tertuju kepada Tuhan (16:20). Ia tetap menunggu keadilan Tuhan sebelum ajal menjemputnya (16:22). Ia sabar dan aman di tangan Tuhan. Hidup dalam kedaulatan Tuhan (ditanganNya) tak selalu berada dalam zona nyaman. Sebagaimana Kristus untuk melaksanakan tugas muliaNya untuk menyelamatkan manusia berdosa dengan cara meregang nyawa.

Ayub menyadari bahwa tingkat penderitaannya diatur oleh Tuhan. Sang sorga tidak salah memberikan sakitnya dalam dosis tinggi. Ayub mengimani bahwa ada waktu akan diperbaikiNya segalanya. Ia menunggu Tuhan di dalam doanya sambil mengerang2 kesakitan.

“KerasNya” tangan Tuhan tidak membuat Ayub kehilangan iman, tidak kehilangan percaya, tidak kehilangan ketaatan. Malahan ia semakin tegar teguh merangkul Tuhannya. Dicemooh malah melihat Tuhan terus menerus. (16:20).

Aman di tangan Tuhan

30 Juli 2021
Tonny Mulia Hutabarat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *