Ayub 15:1- 35

Ada pepatah orang Melayu Pesisir Timur di Sumatera: “orang yang engkau undang makan yang akan menaruh kakinya di mulutmu”. Teman dekatlah yang akan menggosok, menggesek, menggeser, menggasakmu. Teman “sekantormulah” yang membawamu ke pengadilan, dan menjebloskanmu ke penjara yang gelap dan bau busuk.

Temanmu menusukmu dari belakang. Sakitnya itu dimana …? Dalam sejarah keselamatan, Yesus telah dicium Yudas untuk mendapatkan 30 keping perak. Penghianatan harus diterimaNya. Menyedihkan. Yesus penuh kasih yang terlebih dahulu sudah mencuci kaki Yudas. Kristus tulus melepaskan pengampunan.

Ayub memberikan suatu pelajaran berharga (spiritual) tatkala teman “menghianatimu”.

Ayub dalam keadaan terpuruk (borok bau busuk) digasak temen dekatnya. Digugat, didakwa, dikutuk. Penderitaannya penuh. (15:1-9).

Ketika dirimu digugat, dituduh, dipertanyakan, ditegur, dituding, dihakimi, diadili, dipersalahkan, dicerca, disingkirkan oleh teman dekatmu, engkau hanya bisa menangis di dalam batin sambil menahan rasa sakit. Rasanya dunia runtuh, tak percaya dihianati temen. Dosa merusak relation antar sesama.

Ayub dituding sengit oleh Elifas sebagai orang yang:

  1. tak berhikmat, pengetahuannya kosong, dan pikirannya berisi angin (15:2).
  2. tidak menghormati Tuhan (15:4)
  3. mulutnya salah dan perkataannya licik (15:5,6)
  4. tidak mendengar Tuhan dan tidak tahu hikmat dan kehendak Tuhan (15:7-8)

Ayub didakwa sebagai orang yang berdosa:

  1. dihanyutkan oleh perasaan hatimu dan matamu yang marah (15:12)
  2. hatinya dan perkataannya menentang Tuhan, (15:13)
  3. tidak bersih, (15:14) sebab dilahirkan dari seorang perempuan
  4. Tuhan tidak mempercayainya dan tidak bersih di mataNya(15:15)
  5. orang yang keji dan bejat, dan kecurangan. (15:16)
  6. melawan dan berani menantang Yang Mahakuasa (15:25)
  7. melahirkan kejahatan, dan tipu daya dikandung hatinya (15:35)

Temannya tidak hanya menuding dan mendakwa, namun juga mengutuk Ayub:

  1. masa damainya didatangi perusak. (15:21)
  2. hidupnya dalam kegelapan dan ditentukan untuk dimakan pedang. (15:22)
  3. mengembara mencari makan (15:23).
  4. menerima kesesakan dan kesempitan (15:24)
  5. menetap di kota-kota yang telah hancur, rumah menjadi reruntuhan (15:28)
  6. takkan menjadi kaya dan hartanya tidak kekal (15:29)
  7. ia akan dilenyapkan oleh Tuhan (15:30-34).

Tatkala Ayub dituding, digugat dan dikutuk oleh temannya, ia hanya mengarahkan pandangannya kepada TUHAN, berseru dan memuliakan TUHAN.

Siapakah sahabat sejati? Teman belum tentu teman yang seiya sekata, ada kalanya perbedaan sengit harus dihadapi hingga saling melukai, saling menggigit, saling menjatuhkan, saling membinasakan.

Tuhan jadikan aku teman bagi sesama yang tak menggosok dan menggeseknya hingga terluka tak tersembuhkan! Tuhan! bila aku adalah sebagai teman yang tidak baik, ampunilah dan bersihkanlah walau kenangan buruk itu tak bisa di delete lagi.

Tuhan, beri aku hati yang rela dan mudah mengampuni kesalahan teman ketika digugat, didakwa dan dikutuknya.

Hanya Yesus sahabat sejati.

Salam mengampuni teman

Tonny Mulia Hutabarat
28 Juli 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *