Maleakhi 3 : 10

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Berbicara mengenai persepuluhan merupakan topik yang sering diresponi dengan berbagai macam tanggapan, bisa respon positif bisa pula negatif.  Hal ini tentunya dipengaruhi dengan berbagai macam latar belakang yang ada dari orang-orang yang mendiskusikannya.  Tanggapan dari kelompok tertentu yang sangat menekankan persepuluhan, tentu akan sangat berbeda dengan kelompok lain yang menganggap hal ini tidak perlu dilakukan lagi atau bahkan lebih negatif menganggap persepuluhan hanyalah untuk memperkaya kalangan tertentu saja.  Karena itu, berbicara mengenai persepuluhan tidak boleh hanya dilandasi dengan pemikiran pribadi namun harus berdasarkan firman Tuhan.

Di dalam Alkitab khususnya Perjanjian Lama (PL), persepuluhan diperintahkan kepada umat sebagai persembahan khusus yang harus dilakukan, hal ini berkaitan erat dengan penghidupan suku Lewi yang memang kepada mereka tidak diberikan tanah warisan Israel, mereka dikhususkan untuk melayani TUHAN, mereka tidak seperti suku-suku lain yang bisa berternak atau bercocok tanam, selain itu perintah persepuluhan juga berkaitan erat dengan ketaatan umat pada TUHAN dan bagaimana mereka tetap percaya kepada TUHAN bahwa DIA akan senantiasa memelihara mereka.

Meskipun di dalam PL sudah sedemikian jelas diberikan perintah persepuluhan, namun tidak dipungkiri bahwa pada masa sekarang ini, timbul banyak keberatan mengenai perintah ini.  Beberapa di antaranya adalah bahwa persepuluhan kerapkali dimanfaatkan oleh beberapa pendeta untuk memperkaya diri mereka sendiri, ini disebabkan seluruh amplop yang bertuliskan persepuluhan dari anggota jemaat langsung masuk ke kantong mereka secara pribadi, jika ada beberapa saja anggota jemaat di gereja tersebut adalah orang-orang yang berpenghasilan tinggi, maka dalam waktu singkat pendeta tersebut sudah memiliki harta lebih banyak dari para pemberi persepuluhan tersebut.  Keberatan lainnya dikaitkan juga dengan Salib Kristus, bahwa karena Kristus sudah mati bagi kita, maka seluruh tuntutan PL (Taurat) sudah digenapi-Nya senidri sehingga tidak lagi wajib dilakukan oleh umat Kristen masa sekarang ini.

Menjawab keberatan-keberatan tersebut, maka kita patut bersyukur bahwa tidak semua gereja memiliki sistem yang sama.  Gereja kita memasukkan persembahan Persepuluhan ke dalam kas gereja dan bukan serta merta masuk ke kantong para pendeta.  Namun demikian kita juga tidak boleh menghakimi mereka yang menggunakan sistem persepuluhan untuk para pendeta karena pada kenyataannya ada juga di pelosok-pelosok desa terpencil kehidupan para pendeta yang hanya ditunjang dengan persepuluhan umat (yang ekonomi lemah) juga menjalani kehidupan yang berat bahkan harus menjadi tent maker (bekerja untuk kebutuhan gereja) karena kurangnya dana untuk mendukung pelayanan mereka.  Sedangkan mengenai Salib Kristus, kita memang tidak lagi dituntut untuk melakukan Hukum Taurat, namun bukankah jika kita telah menerima Keselamatan karena Salib Kristus, maka sudah seharusnya kita makin melimpah dalam ucapan syukur, salah satunya dalam perkara kecil yaitu persepuluhan.

Dalam perintah TUHAN akan persepuluhan, TUHAN memberikan janji akan memberkati dan memelihara umat-Nya, namun demikian hendaknya perhatian kita jangan semata-mata tertuju kepada keinginan untuk mendapat berkat saja.  Berkat bukanlah tujuan utama, tetapi Sang Pemberi berkat, itulah tujuan kita.  Ketaatan kita kepada-Nya meningkatkan iman percaya kita kepada-Nya termasuk dalam hal pemeliharaan yang telah dilakukan-Nya selama ini dan akan terus dilakukan oleh-Nya.  Lalu apa kegunaan persepuluhan itu sendiri?  Bagi kita akan menguji ketaatan dan kepercayaan kita kepada-Nya, sedangkan bagi gereja akan dapat mendukung jalannya pelayanan, khususnya dalam kebutuhan dana yang memang tidak sedikit.  Karena itu sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan, marilah kita memiliki motivasi yang benar dalam persepuluhan dalam rangka belajar taat kepada-Nya, tetap percaya meskipun dalam pergumulan dan semakin setia menghidupi perintah-Nya.  Amin.

Ev. Franky Oktavianus Nugroho
4 Mei 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *